Sabtu yang Cerah…Lalala…

July 11, 2009

Pada suatu hari Sabtu  yang cerah…

By ‘cerah’ I mean really really really sunny.

Just like every other day here I s’pose…

Jadi, ceritanya, penulis naik angkot pertama yang berhenti. Penulis sedang berjalan, di bawah terik matahari yang jelas saja menjengkelkan penulis, meningkatkan risiko melanoma, belum lagi (yang paling penting) bikin kulit item (:P). So, ketika ada angkot hijau berhenti di depan penulis, penulis langsung bertanya kepada supirnya, “Ke Joyoboyo, mas?”

Ceritanya Joyoboyo itu terminal bis dan angkot di Surabaya, di mana angkot segala jurusan berhenti di sana. Mau ke Tunjungan Plaza naik angkot ke Joyoboyo terus nyambung bis. Mau ke stasiun kereta api juga naik angkot ke Joyoboyo terus nyambung apa lah… Joyoboyo itu kayak Pintu Ke Mana Saja-nya Doraemon, only less, less, less, really less convenient.

Si supir mengiyakan. Maka penulis membuka pintu depan dan duduk di sebelah supit, karena meskipun supirnya item gondrong dan make kacamata item, harusnya tetap lebih aman duduk di depan.

“Tujuannya mau ke mana ini?”

Penulis menyebutkan tujuannya.

“Oooh…kalo itu sih, dari Joyoboyo naik lagi. Nanti angkot ini ke Wonokromo, di seberang Wonokromo jalan dikit udah Joyoboyo, mbak.”

Bangsat.

“Mbak tinggal di mana?”

“Hmm…? Kutisari.”

“Ooh…Kutisari? Dari dulu di sana?”

“Ooh…engga, saya asli Medan.”

“Hooo…Medan? Jauh ya…” *Ooops…* “Udah lama di Surabaya?”

“Mmmm…udah, mas.”

“Kerja di sini?”

“Mmmm…iya…”

“Kerja di mana?”

Penulis menyebutkan nama pabrik.

“Hooo…gajinya gede dong?”

*More oops*

“Wah, saya ga digaji, mas, cuman kerja praktek di sana.”

“Ah, masa iya?”

“Beneren.”

“Berapa lama kerja prakteknya?”

*hampir menjawab dua bulan*

“Ngeee…belum setahun kok, mas.”

“Ooh…belum…belum lama dong… Sendirian?”

“Engga, ama temen.”

“Ngekos di sini?”

“Iya.”

“Sekamar  berdua?”

“Engga, sendiri.”

“Loh, tadi katanya ama temen.”

Bawel deh!

“Temen saya cowo, mas, masa sekamar berdua?”

*Tertawa*

Gw sumpel mulut lo…

“Namanya siapa, mbak?”

*Pura-pura ga denger*

“Namanya siapa, mbak?”

“Errrrr… Evi.”

“Elvi?”

“Iya.”

“Saya ga jahat kok, mbak.”

*Tertawa* “Iya, mas.”

Ya iyalah mas, maling ngaku, penjara penuh.

“Saya ga jahat, mbak.”

“Iya, mas” *tertawa*

Iya, mas, IYAAAAAAAAAA~

“Namanya beneren Eva?”

“Iya, mas.”

*mikir*

*tadi gw ngomong…*

*Oops…*

Advertisements

4 Responses to “Sabtu yang Cerah…Lalala…”

  1. Edo R. Jallil Says:

    hahaha ada2 aja si mbak evi,
    sampe2 si supir blg jujur ga jahat, wakk..
    kok bisa ngenet?
    kok ga breng saepul jamil?
    kok belum item?

    • Vie Says:

      apa kau…
      haha
      bisa dong
      melalui keajaiban yang namanya warnet
      saiful lagi ke stasiun beli tiket
      emang saiah bisa item? =p
      emang edo, item? nyahahahahaha

  2. astri Says:

    wah ci evi blom setaun tinggal disana ya? setau saya kalo mbak eva itu udah 2 tahun lo ci…

  3. Vie Says:

    hahaha…ampun sulastriiiii~


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: